Penggunaan Hak Cipta
Permohonan pendaftaran hak cipta diajukan
kepada Menteri Kehakiman melalui Derektorat Jendral HAKI dengan surat rangkap
dua, ditulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas polio berganda. dalam surat
permohonan itu tertera:
a)
Nama, kewarganegaraan, dan alamat pencipta.
b)
Nama, kewarganegaraan, dan alamat pemegang hak cipta.
c)
Nama, kewarganegaraan, dan alamat kuasa.
d)
Jenis dan judul ciptaan.
e)
Tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali.
f)
Uraian ciptaan rangkap tiga.
Apabila
surata permohonan pendaftaran ciptaan telah memenuhi syarat-syarat tersebut, ciptaan
yang dimohonkan pendaftarannya didaftarkan oleh Direktorat Hak Cipta, Paten,
dan Merek dalam daftar umum ciptaan dengan menerbitkan surat pendaftaraan ciptaan
dalam rangkap 2. Kedua lembaran tersebut ditandatangi oleh Direktur Jendral
HAKI atau pejabat yang ditunjuk, sebagai bukti pendaftaran, sedangkan lembar
kedua surat pendaftaran ciptaan tersebut beserta surat permohonan pendaftaran
ciptaan dikirim kepada pemohon dan lembar pertama disimpan di Kantor Direktorat
Jendral HAKI.
JANGKA WAKTU
PERLINDUNGAN CIPTAAN
Jangka waktu:
a) Ciptaan buku,
ceramah, alat peraga, lagu, drama, tari, seni rupa, arsitektur, peta, seni
batik
terjemahan,
tafsir, saduran, berlaku selama hidup Pencipta ditambah 50 tahun setelah
Pencipta
meninggal dunia.
b) Ciptaan
program komputer, sinematografi, fotografi, database, karya hasil pengalihwujudan.
berlaku selama
50 tahun sejak pertama kali diumumkan.
c) Ciptaan atas
karya susunan perwajahan karya tulis yang diterbitkan, berlaku selama 25 tahun sejak
pertama kali diterbitkan.
d) Ciptaan yang
dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 tahun sejak
pertama kali
diumumkan.
e) Ciptaan yang
dipegang atau dilaksanakan oleh Negara berdasarkan : Ketentuan Pasal 10 Ayat
(2) huruf b,
berlaku tanpa batas.
Sumber :
http://nurjannah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads
Tidak ada komentar:
Posting Komentar