.

Label

Edukasi (1) Softskill (24) Teknologi (1) tulisan (5)

Laman

Jumat, 18 Maret 2016

PROSES SISTEM DAUR ULANG PERUSAHAAN

CSR Lingkungan - Produksi Bersih Chevron Pemanfaatan Serpih Bor di Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. (CGI) dan Chevron Geothermal Salak, Ltd.


(CGS) Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. (CGI) dan Chevron Geothermal Salak, Ltd. (CGS), adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pemanfaatan panas bumi. Sebagai perusahaan yang memiliki visi “Menjadi perusahaan energi global yang diakui karena Karyawannya, Kemitraannya dan Kinerjanya”, Chevron melakukan operasi pemanfaatan panas bumi di kaki gunung Papandayan, Garut (CGI) dan di kaki gunung Salak, Sukabumi (CGS) Jawa Barat. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan bukti nyata didalam menjalankan visi dan nilai perusahaan, Chevron menjalankan program Pemanfaatan Serpih Bor untuk mengelola limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan pemboran sumur.
Lokasi kegiatan program Pemanfaatan Serpih Bor untuk Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. (CGI) berada di kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat, sesuai dengan Ijin Pemanfaatan Serpih Bor KepMenLH 144/2011, sementara untuk Chevron Geothermal Salak, Ltd. (CGS) lokasi kegiatan berada di Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi dan Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat sesuai dengan Ijin Pemanfaatan Serpih Bor Kep MENLH 178/2010.
Dalam menjalankan program pengelolaan limbah B3, Chevron bekerja sama dengan Laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB dan Puslitbang PU Cileunyi Bandung. Berdasarkan hasil uji laboratorium, serpih bor yang dihasilkan bisa dijadikan bahan pengganti aggregat halus untuk kontruksi beton ringan (strukrural dan non struktural) sesuai dengan standar nasional (SNI).
 Berawal dari semakin bertambah banyak limbah serpih bor yang dihasilkan selama kegiatan pengeboran, Chevron melihat sebuah kesempatan yang dapat mengintegrasikan antara menjalankan program 3R dengan memanfaatkan kembali (Re use) serpih bor yang sekaligus dapat memberdayakan masyarakat. Proyek pemanfaatan serpih bor yang dijalankan oleh Chevron sudah melalui proses Chevron Planning Development and Execution Project (CPDEP) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan kaji ulang secara berkesinambungan, atau secara umum disebut proses Plan-Do-Check-Act (P-D-C-A). Pada tahap awal perencanaan, proyek ini melibatkan tim dari Operasi, Pemeliharaan, Enjinering, Drilling dan HES (Health, Environment and Safety) untuk mencari solusi yang tepat. Sedangkan dalam tahap pelaksanaan pemanfaatan serpih bor didukung oleh tim dari Policy Government and Public Affairs (PGPA) dan Supply Chain Management (SCM).
 Progam pemanfaatan sumur bor dievaluasi secara berkala, dengan membuat kajian serta mengambil pembelajaran dari apa yang sudah dilakukan (dilihat dari keunggulan dan kekurangannya). Perencanaan program dibuat berdasarkan sasaran dan target yang akan dicapai serta diimplementasikan sesuai tahapannya dengan melibatkan pengusaha lokal yang telah dilatih tentang pengembangan bisnis.
Dengan cara ini Chevron telah berhasil mengelola dan memanfaatkan serpih bor menjadi batako yang dimanfaatkan untuk dinding penahan tanah, saluran drainase, bangunan gedung tempat tinggal karyawan dan dimanfaatkan untuk pengerasan jalan. Selain itu program ini juga dapat memberdayakan Masyarakat melalui program pelatihan pengembangan potensi bisnis tempatan atau yang biasa disebut Local Business Development.
Kontraktor yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan serpih bor ini diberi pembekalan ilmu mengenai karakteristik serpih bor, komposisi campuran bahan, alat pelindung diri (APD), penangan bahan kimia dan pengelolaan limbah. Program pelatihan pengembangan potensi bisnis perusahaan kecil dan program kemitraan usaha ini sudah berjalan sejak tahun 2008 dan berkesinambungan dengan visi menciptakan masyarakat tempatan yang mandiri.    Setiap proyek yang telah diselesaikan, Chevron melakukan look back (evaluasi program), yang pada dasarnya untuk melakukan kajian terhadap pelaksanaan suatu kegiatan atau proyek, antara lain pelajaran-pelajaran berharga (keunggulan dan kekurangan) yang dapat diambil dan digunakan untuk perbaikan bagi kegiatan atau proyek tersebut di masa yang akan datang. Indikator-indikator yang digunakan sesuai dengan tujuan dan sasaran serta hal-hal yang menjadi kesepakatan tim proyek di awal kegiatan atau proyek. 
Pembelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya perlindungan lingkungan terutama yang terkait dengan program 3R Limbah B3 dan terbukanya peluang bisnis serta kesempatan kerja bagi pengusaha dan masyarakat lokal.


http://www.menlh.go.id/DATA/csr_pi_2012/Petunjuk_Pelaksanaan_CSR_Bidang_Lingkungan.pdf