KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar yang memiliki
bahasan pokok mengenai “Perbandingan
kasus terhadadap mata kuliah Ilmu Budaya Dasar”.
Adapun maksud dan
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan
dan menyelesaikan materi mengenai pembahasan tentang manusia dan kegundahan.
Apa yang menyebabkan seorang manusia bissa putus asa dan gampang menyerah?,
dalam makalah ini akan saya uraikan agar manusia menjadi lebih tegar dan kuat
sehingga tidak akan mudah putus asa.
Dalam tulisan ini mampu membangkitkan kesadaran akan
mengenai pentingnya budaya kekuatan hati serta menghilangkan kebiasan kebiasaan
yang buruk. Tanpa melihat status dan kepentingan budaya diharapkan tugas
sekaligus tulisan ini mampu menarik banyak pembaca untuk menemukan isi dari
tulisan yang akan disajikan.
Depok, 08 januari 2014
Penulis
Punto Adi Pradana
1.PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Manusia dengan keputus asaannya membuat tubuh dan jiwanya hancur, tak
terpikirkan bahwa masih ada kesempatan lain atau pintu pintu lain agar tidak
jatuh kedalam jurang hitam(sikap menyerah), sejatinya manusia adalah makhluk
nyang memiliki kekuatan akan iman dan jasmani. Jangan menganggap apa yang belum
bisa didapatkan menjadi beban anda di keudian hari, biarlah maslah atau harapan
anda yang belum bisa terealisasikan menjadi indah pada waktunya. Putus asa
bukanlah jalan, namun jalan adalah melawan keputus asaan. Apa yang mempengaruhi
seorang manusia itu dalam bertindak? , yaitu semngat. Tanpa semngat manusia
akan lemah, hilang bentuk, dan tidak menjadi makhluk yang siap menerima
keadaan. Semngat di sini berarti bertindak dengan kelebihan keyakinan untuk
melawan sifat keputus asaan.
Janganlah
meletakan bola dunia di atas kepala, anda tidak sedang berperang dengan dunia,
tetapi anda berperang dengan diri anda sendiri untuk melawan putus asa yang
senantiasa muncul. Dengan sabar itu menjadi indah dan tentram, Bersabarlah
untuk hasil yang lebih baik, apakah ada solusi selain sabar? Apakah ada senjata
lain selain sabar? Sabar itu indah dibandingkan dengan kegundahan yang akhirnya
menyerah tanpa syarat. Biasa disebut kalah sebelum berperang. Agar kita tidak
mudah putus asa sebaik kita mengambil sedikit untaian kalimat seperti “ Ambil
Madunya Tapi Bukan Sarangnya” . itu mengartikan agar kita tidak melihat sisi
negatifnya tapi kita melihat sisi positif yang masih dapat kita lakukan
dibandingkan dengan menyerah kemudian putus asa.
Jadikan
buah lemon itu minuman yang manis, seperti dunia jangan dilihat beban dan
tantangannya, tapi lihatlah kebahagian dan kepuasan yang kita dapat selama
hidup di dunia. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan pernah merasa
terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah, dan sebaik baiknya
tindakan adalah melakukannya dengan sabar dan lapang dada
B.Definisi
- Manusia
Manusia
merupakan salah satu makhluk Tuhan yang ada di dunia, selain alam tumbuhan dan
binatang. Makhluk tuhan memiliki berbagai sifat sebagai berikut :
I.
Alam
memiliki sifat wujud
II.
Tumbuhan
memiliki sifat wujud dan hidup.
III.
Binatang
memiliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
IV.
Sedangkan
manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu , dan yang istimewa adalah
di berikan akal budi
Manusia memiliki kelebihan diantara ciptaan
Tuhan lainnya yaitu terletak pada akal budi, yakni sebagai potensi dalam diri
manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.Namun ada juga manusia manusia
yang dungu yaitu orang orang yang suka membuat bid’ah. Bisa dikatakan manusia
merupakan orang yang bodoh. Dan ada juga manusia yang memiliki tabiat kasar,
memiliki kecenderungan yang menyimpang, dan dingin dengan tingkah laku.
Manusia yang tidak bisa memanfaatkan akal
budinya untuk kebaikan tidak bisa diajak bicara dari hati ke hati dan tidak
mempunyai nilai keutamaan , tidak mempunyai tujuan tujuan yang jauh ke depan
, selalu memperturutkan keinginan
nafsunya, dan tunduk pada kesenangannya saja.
Tidak semua manusia di dunia ini orang yang
jenius dan cerdik meniti perjalanan hidup mereka dengan penuh kegigihan, karena
mereka sadar akan kekurangan yang ada pada mereka.
Manusia telah diberikan kehidupan oleh Tuhan
yang merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kemudian tinggal seorang manusia bagaimana
menjalani kehidupannya. Manusia tidak mempunyai kuasa atas datangnya hal hal
yang tidak diinginkan, tapi manusia lah yang berkuasa untuk menghadapinya.
Sebenarnya manusia memliki kekuatan yang
hebat dibandingkan makhluk ciptaan tuhan lainnya, dengan perpaduan
iman,usaha,dan kepasrahan yang kuat. Manusia dapat menggerakan gunung sekalipun.
Manusia merupan makhluk social yang tidak
pernah lepas dari ketergantungan pada makhluk dan situasi di sekitarnya, namun
manusia yang memiliki sifat sombong sebenarnya dia telah mati karena dia sering
menganggap semua hal yang disekelilingnya ini merupakan hal yang tidak ia
hiraukan.
Padahal manusia memiliki banyak sekali ragam
dan banyak sekali sifat dan kepribadian. Namun seua itu bias berjalan dengan
baik di muka bumi ini karena manusia memiliki akal yang mereka gunakan untuk
bertahan hidup. Manusia purba contohnya, cara mereka untuk bertahan hidup
berbeda sekali dengan manusia modern saat ini, manusia purba cenderung
memikirkan bagaimana hari ini kita bisa mendapatkan makan untuk beberapa hari
ke depan dan bertahan dari kerasnya alam
yang buas. Namun manusia modern saat ini lebih berpikir secara materi bagaimana
bias menguasai bumi dengan satu genggaman tangan. Itu karena setiap peradaban
manusia memiliki kemajuan akal yang luar biasa. Yang bias membuat dunia berubah
menjadi wujud yang berbeda dengan waktu lampau. Dengan akal manusia ,dunia yan
tadinya gelap pada malam hari kini menjadi indah dan terang dengan pancaran
sinar lampu yang cantik dan indah.
Selain akal manusia juga mempunyai hubungan
emosional dengan manuisa lainnya, ini yang menyebabkan sering terjadinya
pertumpahan darah di bumi ini, padahal sang Pencipta mengajarkan untuk
menjungjung kedamaian. Tapi apa manusia tidak henti hentinya untuk berperang,
ada saja masalah yang diributkan dan di perebutkan, padahal manusia hidup di
dunia ini hanya sementara atau hanya sebagai perlintasan ruh saja. Manusia
merupakan makhluk yang mengerikan dengan akal dan emosional mereka.
Kehidupan manusia akan terus berkembang
setiap jaman , karena manussia memiliki sifat perkembang biak , akan ada penerus
dari generasi manusia yang telah meningalkan dunia. Manusia itu makhluk yang
kuat tapi lemah. Iya..! mereka memiliki akal yang luar biasa tapi seringkali
salah dalam menggunakannya.
- Putus asa dan Kesedihan
Jika menganggap
sesuatu yang kurang itu hina, maka anda menghina ciptaan-Nya. Nilai manusia
sebenarnya adalah bakat bakat yang terpuruk dan dan sifat sifat yang
mulia.Kebahagian tidak terdapat dalam kekayaan yang melimpah ruah. Kebahagian
tidak pula di istana yang demikian megah. Tidak juga pada emas dan harta. Namun
kebahagiaan itu ada di dalam hati dengan keikhlasan yang menangkis semua
kesedihan dan putus asa.
Kematian
pasti akan datang kepada setiap orang. Entah dia berbahagia atau tidak, yang
kuat atau pun yang lemah. Maka dari itu percumalah untuk beputus asa dan
menyerah. Keputusasaan adalah kondisi dimana tidak ditemukannya lagi keimanan
terhadap keyakinan diri bahwa dia masih mampu untuk merubah semua yang telah
terjadi dengan jalan yang diyunjukkan dan diberi arah oleh yang maha kuasa.
Sedangkan
kesedihan memiliki arti yang lebih sakit dari kekecewaan dimana seseorang
meresa tidak ada manfaatnya dan merasa terbunuh oleh tindakan yang menyakiti
hatinya. Seekor unta berjalan dengan empat kaki, itulah yang diibaratkan,
kesedihan dan keputusasaan sama seperti saat unta berjalan. Ketika dia mulai
haus unta akan berhenti untuk minum sejenak, saama dengan kesedihan, dia harus
memulihkan terlebih dahulu kesedihannya dengan menyenangkan hati bagaimanapun
caranya.
C.Hubungan
antara Kesedihan Manusia serta Putus asa
Orang yang terbiasa menempatkan dirinya dalam
kesedihan akan tetap berada dalam kesedihan, walaupun sedang tidur di atas
butiran salju. Masing masing diantara mereka menginginkan bisa mendapatkan
ketenangan dan mencapai apa yang diinginkan. Banyak orang yang kehilangan makna
kehidupan di dunia, mereka menyangka bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik
dan telah mendapatkan kebahagian, padahal mereka gagal mendapatkan apa yang
terbaik untuk dirinya untuk mengobati kesedihannya. Bertolak
belakang dengan keindahan, kesedihan merupakan suatu ungkapan emosi yang
ditandai dengan perasaan kehilangan dan perasaan ketidak berdayaan. Banyak
factor yang mempengaruhi adanya kesedihan, misalnya saja seorang anak yang
dimarahi oleh orang tuanyakarena berbuat nakal, atau karena ditinggal oleh
pasangannya. Menurut saya kesedihan itu timbul karena ketidak siapan kita untuk
menerima sesuatu diluar dugaan, atau bias juga karena ketidak mampuan
mengontrol emosi.
Manusia dan kesedihan memiliki keterkaitan yang erat, bahkan hal itu terjadi karena kehidupan manusia itu
bagai roda yang diputar, terkadang kita berada diatas dan kadang juga kita
berada dibawah, semua kembali pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya.
Manusia merasakan kesedihan itu wajar, karena dalam kehidupan ini tidak ada
yang sempurna, bahkan Allah SWT menguji keimanan kita dengan memberi cobaan,
cobaan ini tidak hanya kesedihan tapi juga kesenangan, semua kembali lagi pada
cara kita menyikapinya.
D.Kesimpulan
Satu hal yang perlu kita ingat bahwa kita jangan sampai
berlarut-larut dalam kesedihan, karena hanya akan merugikan diri kita sendiri,
bila mnegalami kesedihan segeralah bangkit dan introspeksi diri, tapi perlu
diingat juga bahwa intropeksi yang dimaksud diperuntukan untuk memperbaikinya
bukan untuk terus disesali.
Jika kita melihat ada seseorang yang mengalami kesedihan, maka kewajiban kita
untuk menghiburnya. Jangan sampai kita bersenang-senang diatas penderitaanorang
lain, karena hal ini merupakan tindakan yang tidak terpuji.
Untuk mengatasi kesedihan, kita harus terus berdoa pada yang maha kuasa untuk
diberi kekuatan agar kita tidak menjadi orang yang berputus asa, jangan lupa
kita harus introspeksi diri, jangan hanya menyalahkan orang lain, dan juga kita
harus berusaha untuk memperbaikinya.
bahwa manusia dan kesedihan tidak bisa
dipisahkan, yang bias kita lakukan hanya berusaha semaksimal mungkin untuk
menghindari perbuatan-perbuatan yang pada akhirnya akan kita sesali dan
menimbulkan kesedihan dalam diri kita, dan jika hal itu terjadi janganlah kita
berputus asa.
Sekian yang dapat saya
tulis, untuk partisipasi dan memperbaiki penulisan ini saya mengharapkan adanya
komentar dan saran terhadap tulisan saya.