.

Label

Edukasi (1) Softskill (24) Teknologi (1) tulisan (5)

Laman

Sabtu, 05 Oktober 2013

Ilmu Budaya Dasar - Tugas Softskill



Tugas Ilmu Budaya Dasar- Softskill

Nama : Punto Adi Pradana
NPM: 36413949
KELAS : 1ID06 

ILMU BUDAYA DASAR
1. Pendahuluan
            Latar Belakang
                        Ilmu budaya dasar saat ini sudah menjadi bagian dari salah satu mata kuliah dasar umum yang dijadikan sebagai softskill untuk menambah kemampuan mahasiswa perguruan tertinggi untuk melakukan tindakan social yang beradab dan sesuai etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Dan semakin  mempermudah dan memperhalus interaksi social antara sesama manusia dengan kebudayaan yang berbeda beda.
      
 2. Pembahasan
BAB 1. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum
1.1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
      Ilmu menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia” adalah  pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan. 
      Ada berbagai macam dan jenis-jenis ilmu dalam satuan pendidikan  dan sangat beragam mulai dari ilmu social , ilmu pengetahuan alam, ilmu terapan, dan ilmu agama. Dan masih banyak lagi ragam ilmu lainnya. Namun pada kali ini saya ingin membahas mengenai Ilmu Budaya Dasar.
Ilmu Budaya Dasar merupakan suatu mata kuliah dasar umum yang di dalamnya membahas menganai masalah masalah apa saja yang di hadapi manusia dan serta kebudayaan yang berkembang diantara manusia dan lingkungan yang saling berinteraksi membuat suatu siklus kehidupan yang harmonis. Dalam hal ini berarti masalah masalah manusia yang di kaji untuk dijadikan suatu tambahan ilmu atau biasa disebut dengan ilmu softskill. Sebenarnya Ilmu Budaya Dasar yang disingkat IBD ini pengetahuan dasar dan konsep konsep umum yang di kaji dan dikembangkan untuk meneliti dan melihat masalah masalah umum nilai nilai mausia dan budayanya.

                         
1.2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
1.      Agar mahasiswa nantinyamemiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan kebudaayan yang berkembang di masyarakat
2.      Turut mengembangkan budaya sendiri secara aktif dan kreatif
3.      Mencari hubungan antara interaksi keindahan, kebaikan,kebudayaan, keragaman,dan kebebasan dalam segala bentuk dengan memperhatikan hubungan dengan alam semesta, masyarakat, dirinya sendiri dan Tuhannya.
4.      Memperbaiki sikap moral dan nilai-nilai serta norma terhadap perilaku diri sendiri agar tidak bergantung pada orang lain.
5.      Membangkitkan minat mahasiswa untuk melihat sekeliling hidupnya apa yang terjadi? Dan mengapa itu terjadi?
6.      Membuat kesadaran bagaimana niali nilai yang dianutnya dengan hubungan kehidupan sehari hari.
7.      Membuat hati untuk terbuka apakah nilai dan pemikiran yang dianutnya itu sesuai dengan penggambaran kehidupan
8.      Membuat aktif dan kreatif  dalam berpikir lebih kritis lagi mengenai hal hal yang berada di sekelilingnya.
9.      Diharapkan dapat memilah mana nilai nilai yang benar kemudian di aplikasikan dan mengetahui mana nilai yang salah kemudian ditinggalkan.
10.  Menghasilkan manusia yang berkulitas dan beretika
11.  Menanamkan jiwa Pancasila
12.  Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
13.  Mengetahui implikasi dari permasalahan umum dan sehari hari
14.  Agar memiliki wawasan budaya yang luas dalam konteks nasional.
15.  Memperhatikan integritas sikap untuk mengenal budaya Indonesia.


1.3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
               Dengan melihat banyaknya tujuan di atas dan pengertian tentang ilmu budaya dasar, dapat di lihat ruang lingkup ilmu budaya dasar adalah :
1.      Berbagai masalah aspek masalah kehidupan manusia dengan bagaimana cara mengungkapkannya.
2.      Kehidupan manusia sebagai makhluk social dan juga universal dengan memperhatikan ragam zaman dan tempat.
3.      Interaksi antara sesama manusia maupun antara lingkungan sekitar yang benar benar butuh pemikiran yang kreatif.
4.      Bagaimana hubungan manusia dengan alam yang diciptakan oleh Sang Pencipta.
5.      Manusia dan cinta kasih
6.      Manusia dan juga keindahannya.
7.      Manusia dan penderitaannya
8.      Manusia dan keadilannya
9.      Manusia dan pandangan hidup.
10.  Manusia dan tanggung jawab serta pengabdiannya
11.  Manusia dan kegelisahan.
12.  Manusia dan harapan.
13.  Manusia dan Rasa sakitnya.
14.  Manusia dengan takdirnya
15.  Manusia dan hukum.
16.  Manusia dengan akal.
17.  Emosi seorang manusia yang berpengaruh terhadap seluruh individu di sekitarnya.
18.  Manusia dan kebahagian.
19.  Pertanggung jawaban manusia terhadap perbuatannya.
Butir- butir diatas merupakan ruang lingkup ilmu budaya dasar yang kemudian di kaji dan dikembangkan agar bisa dipelajari dan dipahami oleh semua pelajar, mahasiswa khususnya. Agar nantinya lulusan sarjana atau pun sederajat memiliki kualifikasi jiwa dan kepribadian yang dapat melihat dan merubah khidupan yang berasal dari tidak baik menjadi baik. Karena kita merasa tahu tapi sesungguhnya kita tidak mengetahuinya.
Selain itu ada beerbagai macam pendekatan terhadap ilmu budaya dasar yaitu melalui seni tari, seni sastra, seni drama, seni music, filsafat, maupun seni terapan dan seni rupa.

“Dengan banyaknya karya tersebut ilmu budaya dasar hanyamempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati massalah masalah kemanusiaan dan budaya.”



BAB 2. Manusia dan Kebudayaan
     2.1.Pengertian Manusia   
         Manusia merupakan salah satu makhluk Tuhan yang ada di dunia, selain alam tumbuhan dan binatang. Makhluk tuhan memiliki berbagai sifat sebagai berikut :
                   I.            Alam memiliki sifat wujud
                II.            Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup.
             III.            Binatang memiliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
             IV.            Sedangkan manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu , dan yang istimewa adalah di berikan akal budi

Manusia memiliki kelebihan diantara ciptaan Tuhan lainnya yaitu terletak pada akal budi, yakni sebagai potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.Namun ada juga manusia manusia yang dungu yaitu orang orang yang suka membuat bid’ah. Bisa dikatakan manusia merupakan orang yang bodoh. Dan ada juga manusia yang memiliki tabiat kasar, memiliki kecenderungan yang menyimpang, dan dingin dengan tingkah laku.
Manusia yang tidak bisa memanfaatkan akal budinya untuk kebaikan tidak bisa diajak bicara dari hati ke hati dan tidak mempunyai nilai keutamaan , tidak mempunyai tujuan tujuan yang jauh ke depan ,  selalu memperturutkan keinginan nafsunya, dan tunduk pada kesenangannya saja.
Tidak semua manusia di dunia ini orang yang jenius dan cerdik meniti perjalanan hidup mereka dengan penuh kegigihan, karena mereka sadar akan kekurangan yang ada pada mereka.
Manusia telah diberikan kehidupan oleh Tuhan yang merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kemudian tinggal seorang manusia bagaimana menjalani kehidupannya. Manusia tidak mempunyai kuasa atas datangnya hal hal yang tidak diinginkan, tapi manusia lah yang berkuasa untuk menghadapinya.
Sebenarnya manusia memliki kekuatan yang hebat dibandingkan makhluk ciptaan tuhan lainnya, dengan perpaduan iman,usaha,dan kepasrahan yang kuat. Manusia dapat menggerakan gunung sekalipun.
Manusia merupan makhluk social yang tidak pernah lepas dari ketergantungan pada makhluk dan situasi di sekitarnya, namun manusia yang memiliki sifat sombong sebenarnya dia telah mati karena dia sering menganggap semua hal yang disekelilingnya ini merupakan hal yang tidak ia hiraukan.
Padahal manusia memiliki banyak sekali ragam dan banyak sekali sifat dan kepribadian. Namun seua itu bias berjalan dengan baik di muka bumi ini karena manusia memiliki akal yang mereka gunakan untuk bertahan hidup. Manusia purba contohnya, cara mereka untuk bertahan hidup berbeda sekali dengan manusia modern saat ini, manusia purba cenderung memikirkan bagaimana hari ini kita bisa mendapatkan makan untuk beberapa hari ke depan dan  bertahan dari kerasnya alam yang buas. Namun manusia modern saat ini lebih berpikir secara materi bagaimana bias menguasai bumi dengan satu genggaman tangan. Itu karena setiap peradaban manusia memiliki kemajuan akal yang luar biasa. Yang bias membuat dunia berubah menjadi wujud yang berbeda dengan waktu lampau. Dengan akal manusia ,dunia yan tadinya gelap pada malam hari kini menjadi indah dan terang dengan pancaran sinar lampu yang cantik dan indah.
Selain akal manusia juga mempunyai hubungan emosional dengan manuisa lainnya, ini yang menyebabkan sering terjadinya pertumpahan darah di bumi ini, padahal sang Pencipta mengajarkan untuk menjungjung kedamaian. Tapi apa manusia tidak henti hentinya untuk berperang, ada saja masalah yang diributkan dan di perebutkan, padahal manusia hidup di dunia ini hanya sementara atau hanya sebagai perlintasan ruh saja. Manusia merupakan makhluk yang mengerikan dengan akal dan emosional mereka.
Kehidupan manusia akan terus berkembang setiap jaman , karena manussia memiliki sifat perkembang biak , akan ada penerus dari generasi manusia yang telah meningalkan dunia. Manusia itu makhluk yang kuat tapi lemah. Iya..! mereka memiliki akal yang luar biasa tapi seringkali salah dalam menggunakannya.
Kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan mahkluk  social.

Manusia sebagai mahkluk individu :
·         Manusia makhluk individual yang tidak berbagi dan tidak terpisahkan antara jiwa(rohani) dan fisik(raga)
·         Manusia sebagai mahkluk individu berarti mahkluk yang terpisah dan berbeda dari individu lain.
·         Manusia memiliki karakteristik yang unik dibandingkan individu lainnya.
            Manusia sebagai makhluk social :
*      Memiliki dorongan dan hasrat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti keperluan makan-minum, dan berkeluarga
*      Membutuhkan kehadiran manusia lain.
*      Berkeinginan menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya
*      Manusia hidup bersama dengan oaring lain.
Alasan manusia sebagai makhluk social adalah manusia tunduk pada aturan dan norma yang berlaku, Perilaku manusia yang mengharapkan penilaian orang lain, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, dan manusia dapat berkembang apabila hidup dengan manusia lain di sekelilingnya.
            Manusia berkembang menjadi manusia yang modern saat ini juga karena adanya peradaban yang terus berkembang dengan halus dan melalui warna warna kebudayaan luar dan mulai meninggalkan sesuatu yang dianggap manusia itu sebuah perbuatan yang primitive.
            Manusia dan kebudayaan memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system  yang dimiliki oleh manusia.
            Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu social manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut sebagai homo economiccus.

2.2.Pengertian Hakekat Manusia
a.  Makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
           Tubuh adalah materiyang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tubuh,tidak dapat dilihat, tidak dapat dirasa, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal jiwa akan terlepas dan akan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
               Kesempurnaan terletak pada adab dan kebudayaannya. Karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan , menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan,dan  kebaikan.

c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
               Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi factor factor  interaksi hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal.
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan , mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
               Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis etis dan religious. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis , manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religious, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
               Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa kekhawatiran.


2.3.Kepribadian Bangsa Timur
              Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat Barat, dimana konsep konsep dan teori teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode metode dan alat alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi nisi jiwa , serta metode metode dan alat alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu.
                  Sampai sekarang ilmu psikologi di Negara Barat itu terutama mengembangkan konsep dan teori mengenai aneka warna isi jiwa. Untuk mengindari pendekatan terhadaap jiwa manusia itu, Bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk  social budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah olah seperti lingkaran  konsentris sekitar diri pribadi.
2.4. Pengertian Kebudayaan
              Pengertian budaya menyangkut bermacam macam definisi yang telah dipikirkan di seluruh dunia. Dua orang terkemuka yaitu Melville dan Bronislaw  mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
                  Kebudayaan jika di kaji dari asal kata bahasa sansekerta  berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasala dari kata colere, yang berarti mengolah tanah . jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “ segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk dapat melangsungkan  dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya..” Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola pola perilaku yang ditularkan secara social, yang merupakan kekhusuan kelompok social tertentu.
                  Selo Sumarjan dan Soelaeman merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk mengusai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat .

2.5.Unsur -Unsur Kebudayaan
              Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unur-unsur besar maupun unsure-unsur kecil yang merupakan bagian dari ssuatu kebulatan yang berisifat sebagai kesatuan. Misalnya dalam kebudayaan Indonesia dapat dijumpai unsur besar.
      C.Kluekhohn mengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal yaitu :
1.      Sistem Religi
2.      Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3.      Sistem Pengetahuan
4.      Sistem mata pencaharian hidup dan sisstem ekonomi
5.      Sistem Teknologi dan Peralatan
6.      Bahasa
7.      Kesenian
Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mengatakan bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam dua bentuk wujudnya.  Pertam kebudayaan bendariah dengan cirri dapat dirasa saja. Kedua kehiddupan rohaniah dengan ciri dapat dirasa saja.

2.6.Wujud Kebudayaan
              Meenurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1.       Kompleks gagasan , konsp dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut system budaya , sifatnya abstrak , tidak dapat dilihat , dan berpusat pada kepala kepala manusia yang menganutnya , atau dengan perkataan lain , dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup. Kalau warga masyarakat  tadi menyatakan gagasan mereka dalam tulisan , maka lokasi dari kebudayaan ideal sering berada dalam karangan dan buku buku hasil karya para penulis warga masyarakat yang bersangkutan.

2.      Kompleks Aktivitas :
Barapa aktivitas manusia Yang saling berinteraksi, bersifat konkret, dapat  diamati atau diobservasi . Wujud ini sering disebut system social. Yang terdiri  dari aktivitas detik ke detik, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun.

3.      Wujud  sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling bermanfaat tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.


2.7.Orientasi Nilai Budaya
              Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Menurut C.Kluckom dalam karyanya system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.     Hakekat Hidup Manusia (MH)
Hakekat hidup manusia untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem:ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.

2.     Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan sejatinya memiliki hakekat yang berbeda beda. Diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup.karya memberikan kedudukan atau kehormatan. Karya merupakan gerak hidup untuk embentuk karya yang berikutnya.

3.     Hakekat waktu manusia (MW)
Ada yang mempunyai orientasi pemikiran masa lampau ada yang mempunyai konsepsi pemikiran untuk masa depan, sebetulnya hakekat waktu setiap manusia berbeda beda.


4.     Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia sering mengeksploitasi alam, ada sebagaian kebudayaan yang menganggap manusia sebagai pemelihara alam.

5.     Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini yang dipentingkan adalah hubungan antara manusia dengan manusia.


2.8.Perubahan Kebudayaan
     Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu mengalami yang namanya perubahan. Sekalipun masyarakat primitive yang hidup terisolasi dari kebudayaan yang modern.
      Ditegaskan bahwa tidak ada kebudayaan yang statis, kebudayaan selalu bergerak dinamis. Gerak kebudayaan sebenarnya juga dipengaruhi oleh gerak manusia itu sendiri.Gerakan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan hubungan denan manusia lainnya.
Terjadinya gerak perubahan ini disebabkan oleh :
1 .      Sebab-sebab yang berasal dari kebudayaan masyarakat itu sendiri, misalnya perubahan jumlah dan populasi.
2.      Sebab perubahan alam dan fisik tempat mereka hidup.

      Perubahan ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan dan penemuan penumuan baru khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan social dan perubahan kebudayaan berbeda, Perubahan social itu adalah segala perubahan pada lembaga lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.


2.9.Kaitan Manusia dan Kebudayaan.
     Secara sederhana hubungn antara manusia dan kebudayaan adalah : mannusia sebgai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia.
      Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya walaupun dua duanya berbeda tetapi tetap satu kesatuan. Manusia mencipytakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak akhirnya keduanya merupakan ssatu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan peraturan kemasyarakatan.
Pada saat awalnya peraturan dibuat oleh manusia, setelah perturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada perturan yag dibuatnya sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat lepas dari kebudayaan.  Karena kebudayaan itu merupakan wujud dari manusia itu sendiri.

BAB 3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan
3.1.Pendekatan Kesustraan
              IBD, yang semua dinamakan Basic Humanies, berasal dari bahasa inggris the humanities, istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orng akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
      Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disampig tanggung jawab yang lain. Apa yang dimasukkan ke dalam the humanities masih diperdebatkan dan kadang kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat , teologi, seni, dan cabang cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
      Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra memegang  peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanuiaan dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Disbanding dengan cabang the hunmanties yang lain , seperti misalnya ilmu bahsa, seni memegang perananyang penting karena nilai nilai kemanusiaan yang disampaikannya.
      Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normative, nilai nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaianya.
      Hampir di setiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa, sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri,yang kemudian melahirkan filsafat , manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian , manusia dan bahsa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

3.2.Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
     Istilah prosa banyak padanannya. Kadang kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya kayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel dan cerita pendek.
      Dalam kesusastraan Indonesia kita engenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A.    Prosa lama meliputi
1.      Dongeng- dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
B.     Prosa baru meliputi
1.      Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

3.3.Nilai-nilai Dalam Prosa Fiksi      
     Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra(prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembawa kewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan.

2.      Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.

3.      Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa Fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tidak henti hentinya dari warisan budaya bangsa.


4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang di sajikan dalam kehidupan sendiri.

3.4.Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi 
      Pembahasan puisi dalam rangka pengajarn Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
      Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsure dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenaikehidupan manusia , alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artisstik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata katanya.
      Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1.      Figura bahasa seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan member kejelasan gambaran angan.
2.      Kata kata yang ambigu yaitu kata yang memiliki makna ganda, banyak tafssir
3.      Kata kata berjiwa yaitu kata kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan asosiasi-asosiasi tertentu.
4.      Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal hal yang dilukiskan, sehingga lebih mengunggah hati.
5.      Kata konotatif yaitu kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa .
      Dibalik kata katanya yang padat, ekonomis dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi potret kehidupan manusia. Puisi menyuguhkan kepada kita suasana suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga dalam kaitan kehidupannya dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan tuhan yang dekspresikannya melalui bahasa yang artistic.




BAB 4. Manusia Dan Cinta Kasih
4.1.Pengertian Cinta Kasih
          Menurut Kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih adalah rasa suka kepada atau rasa saying kepada, ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
            Wlaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya;dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
            Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

4.2.Cinta Menurut Ajaran Agama
          Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek nkehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agam memberikan ajaran cinta kepada manusia.
            Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagaai bentuk. Kadang kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bias kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran.
Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidu, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya.Al-Quran telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal hal gaib, tentu beliau akan membeperbanyak hal hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
            Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup ( QS,al-Addiyat, 100:8)
             Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialahpermohonannya yang terus menerus agar karunia harta, kesehatan, dan berbagi  kebaikan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bias memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat,41:49)
            Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

Cinta kepada sesama manusia
            Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih saying pada orang-orang lain, bekerja sama dengan member bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika member isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung member pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejal-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, sedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan  Allah. Keimanan yang demikian ini akan bias menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian akan bia merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.



4.3.Kasih Sayang   
          Pengertian kasih saying menurut kamus umum bahsa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta adalah perasaan saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
            Dalam kehidupan berumah tangga kasih saying merupakan kunci kebahagian. Kasih saying ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga muda iti bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih saying.
            Dalam kasih saying saying sadar atau tidak sadar dari msing masing pihak dituntut tanggung jawab , pengorbanan, kejujuran, saling percaya,saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih saying hilang, misalnya unsure tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih saying yang tidak disertai kejujuran , terancamlah kebahagian rumah tangga itu.
            Yang dapat merasakan kasih saying bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, mwlainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih ayang dari Ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
            Kasih saying, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih saying orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih saying dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbale balik antara orang tua dan anak.




4.4.Kemesraan
            Kemesraan berasala dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang mabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
            Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kassih saying yang mendalam.
            Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “jiak seseorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara teknis, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain.
            Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah Roro mendut-Pronocitro.
            Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya “ On love” mengatakan dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya.
            Selanjutnya Yose mengatakan, bahwaa si pecinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran energy cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
            Kemampuan mencinta member nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
            Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri.
             Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemmesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.

4.5.Pemujaan
          Pemujaan adalah salah satu maniefestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang di wujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuahn tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuahn adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang menyatakan, “Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha pengasih , maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui” selanjutnya ayat 60, “ Bila dikatakan kepada mreka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih’.
            Tuhan adalah pencipta , tetapi Tuahn juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingin hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Muminin ayat 98 dinyatakan “ Dan aku berlindung kepada Mu . Ya Tuahnku, dari kehadiran –Nya di dekatku”
            Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, Karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan untuk manusia.


4.6.Belas Kasihan
          Dalam cinta sesama dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya , kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan kerena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua , sakiit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebagainya.
            Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang di derita orang lain. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak . Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugsh potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
            Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsure pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ihklas. Berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.


4.7.Cinta Kasih Erotis
          Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang orang yang sama sama sebanding , sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut , kedua duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada sesorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, ssemua anak saya, disamping itu bahkan saya kasihi semua anak anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kadua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis. Yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
            Bahwa cinta kasih hanyalah merupakan perbuatan kemauan dan mengikat diri saja sehingga pada dasarnya tidak tidak usah dipedulikan siapa siapa kedua orang yang terlibat di dalamnya. Apakah pernikahan itu diatur oleh orang lain ataukah merupakan hasil pilihan individual,hal itu bukan menjadi soal. Yang penting sesudah pernikahan itu dilangsungkan ialah bahwa perbuatan kemauan seharusnya menjamin kelangsungan cinta kasih. Pandangan ini rupa rupanya mengabaikan cirri paradox hakekat manusiawi dan cinta kasih erotis. Kita semuanya satu, namun tiap tiap diantara kita merupakan makhluk unik yang khas yang tidak ada duplikatnya. Dalam hubungan kita dengan orang orang lain. Paradox itu juga berlaku . sejauh kita merupakan satu, kita dapat mencintai dan mengasihi tiap tiap orang lain secara sama dalam arti cinta kasih erotis menurut adanya unsure unsure sangat khas dan individual yang terdapat diantara beberapa orang tertentu saja, tetapi tidak pada semua orang.
            Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain. Oleh karena itu , gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu di dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh diputuskan.




Sumber :
·         bab1-tinjauan_tentang_ilmu_budaya_dasar.pdf
·         bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf
·         bab3-konsepsi_ilmu_budaya_dasar_dalam_kesustraan.pdf
·         bab4-manusia_dan_cinta_kasih.pdf
·         elearning.gunadarma.ac.id