.

Label

Edukasi (1) Softskill (24) Teknologi (1) tulisan (5)

Laman

Rabu, 12 November 2014

Pandangan terhadap kurikulum 2013

Kurikulum Indonesia yang “berencana”


Kurikulum 2013 telah menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP kurikulum 2006, tetapi dalam praktiknya kurikulum 2013 masih tertantadai oleh beberapa kekurangan yang belum dapat dijadikan kurikulum untuk masa sekarang. Memang kurikulum 2013 membuat para siswanya menjadi lbih mempunyai skill dan mental belajar yang bagus, tapi semua itu hanya berupa paksaan bukan  keinginan pribadi.
Sejatinya kurikulum itu kan hanya wadah, tempat untuk melakukan proses acuan dalam pembelajaran, apabila dalam  acuannya pun saja sudah tidak bisa diimplementasikan bagaiman bisa proses belajar-mengajar menjadi baik. Kurikulum 2013 harus lebih bebenah lagi untuk memajukan pendidikan di negara indonesia ini.
Kurikulum 2006 rsasnya masih bisa dipakai untuk jaman ini ketimbang kurikulum 2013, kurikulum 2006 maih layak untuk dipergunakan karena kurikulum 2006 merupakan kurikulum yang bertahan cukup lama dalam peran pendidikan di indonesia yaitu selama 7 tahun, sepertinya kurikulum 2013 tidak akan bertahan selama itu, bisa jadi justru kurikulum seperti 2006 akan diterapkan lagi namun dengan struktur dan metode mengikuti seperti yang terjadi sesuai pada jamannya, kurikulum itu seharusnya fleeksibel, kurikulumlah yang harus mengikuti perkembangan pendidikan, bukan sebaliknya, kurikulum seharusnya memperbaiki Sistem pendidikan bukan memperkeruh sistem pendidikan saat ini.
Dapat diambil contoh penerapan kurikulum mulai dari jenjang sekolah dasar, kini sekolah dasar dituntut untuk bisa mengusai semua materinya dalam satu pengajaran , jadi penjelasannya adalah siswa amupun siswi sekolah dasar dituntut untuk mengusai berbagai materi dalam satu kali pengajaran, sebagai contoh seperti mata pelajaran bahasa indonesia yang didalam pelajaran bahasa indonesia itu sendiri diselipkan mata pelajaran IPA ilmu pengetahuan alam maupun mata pelajaran IPS ilmu pengetahuan sosial. Seharusnya anak didik itu dimbimbing agar lebih fokus dalam pembelajaran, tetapi ini tidak justru pikiran dan anggapan mereka dituntut untuk bersifat heterogen dalam proses pembelajaran, menurut saya hal tersebut belum signifikan dalam mengembangkan anak didik sekolah dasar, sekolah dasar itu kan baru permulaan dari jenjang yang lebih tinggi, seharusnya anak didik mula mula diberi acuan yan jelas tidak diberi berbagai macam materi yang membingungkan pesserta didik.
Pemerintah yang baru harus mulai bebenah mulai dari sekarang agar pendidikan di indonesia bisa menjadi mulai membaik dari tahun tahun sebelumnya. Indonesia termasuk negara yang disegani dalam ajang kompetisi, itu karena di indonesia memliki sitem yang cukup baik, belum benar benar baik, bagaimana apabila di indonesia memiliki sitem yang sudah baik, pastinya indonesia akan semakin berada di atas angin.
Integritas mengenai kurikulum tidak hanya menyalahkan site, tapi dalam praktiknya guru pun ikut serta dalam proses pembentukan pribadi peserta didik, justru menurut saya guru merupakan elemen terakhir yang menjadi jembatan untuk melihat ada apa sajakah dunia di luar selain pendidikan itu sendiri yang terjadi selama proses belajar mengajar di dalam kelas.
Dengan kesimpulan beraarti kurikulum 2013 belum sempurna dan harus masih diperbaiki lagi dalam berbagai sitem  dan isi pengaturannya menganai pendidikan, jangan korbankan peserta didik sebgai bahan percobaan, tapi perhatikan sisi kebutuhan peserta didik yang ingin benar-benar serius dalam mencari ilmu dan memperbaiki pendidikan di indonesia, pendidikan adalah hal pertama yang paling penting dalam suatu negara, pendidikan merupakan ujung tombak dari generasi bangsa.

“Jika ingin menyelamatkan bangsa di masa depan, maka selamatkan pendidikan saat ini untuk melihat pelangi yang indah di kemudian jaman”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar