.

Label

Edukasi (1) Softskill (24) Teknologi (1) tulisan (5)

Laman

Rabu, 08 Januari 2014

TUGAS IBD KE-4 ( MANUSIA PUTUS ASA KARENA KESEDIHANNYA).



KATA PENGANTAR

          Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar yang memiliki bahasan pokok mengenai “Perbandingan kasus terhadadap mata kuliah Ilmu Budaya Dasar”.
            Adapun  maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan dan menyelesaikan materi mengenai pembahasan tentang manusia dan kegundahan. Apa yang menyebabkan seorang manusia bissa putus asa dan gampang menyerah?, dalam makalah ini akan saya uraikan agar manusia menjadi lebih tegar dan kuat sehingga tidak akan mudah putus asa.
            Dalam tulisan ini mampu membangkitkan kesadaran akan mengenai pentingnya budaya kekuatan hati serta menghilangkan kebiasan kebiasaan yang buruk. Tanpa melihat status dan kepentingan budaya diharapkan tugas sekaligus tulisan ini mampu menarik banyak pembaca untuk menemukan isi dari tulisan yang akan disajikan.






Depok, 08 januari 2014
                                                                                                                               Penulis

                                                                                                                            Punto Adi Pradana



1.PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Manusia dengan keputus asaannya membuat tubuh dan jiwanya hancur, tak terpikirkan bahwa masih ada kesempatan lain atau pintu pintu lain agar tidak jatuh kedalam jurang hitam(sikap menyerah), sejatinya manusia adalah makhluk nyang memiliki kekuatan akan iman dan jasmani. Jangan menganggap apa yang belum bisa didapatkan menjadi beban anda di keudian hari, biarlah maslah atau harapan anda yang belum bisa terealisasikan menjadi indah pada waktunya. Putus asa bukanlah jalan, namun jalan adalah melawan keputus asaan. Apa yang mempengaruhi seorang manusia itu dalam bertindak? , yaitu semngat. Tanpa semngat manusia akan lemah, hilang bentuk, dan tidak menjadi makhluk yang siap menerima keadaan. Semngat di sini berarti bertindak dengan kelebihan keyakinan untuk melawan sifat keputus asaan.
            Janganlah meletakan bola dunia di atas kepala, anda tidak sedang berperang dengan dunia, tetapi anda berperang dengan diri anda sendiri untuk melawan putus asa yang senantiasa muncul. Dengan sabar itu menjadi indah dan tentram, Bersabarlah untuk hasil yang lebih baik, apakah ada solusi selain sabar? Apakah ada senjata lain selain sabar? Sabar itu indah dibandingkan dengan kegundahan yang akhirnya menyerah tanpa syarat. Biasa disebut kalah sebelum berperang. Agar kita tidak mudah putus asa sebaik kita mengambil sedikit untaian kalimat seperti “ Ambil Madunya Tapi Bukan Sarangnya” . itu mengartikan agar kita tidak melihat sisi negatifnya tapi kita melihat sisi positif yang masih dapat kita lakukan dibandingkan dengan menyerah kemudian putus asa.
            Jadikan buah lemon itu minuman yang manis, seperti dunia jangan dilihat beban dan tantangannya, tapi lihatlah kebahagian dan kepuasan yang kita dapat selama hidup di dunia. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah, dan sebaik baiknya tindakan adalah melakukannya dengan sabar dan lapang dada
B.Definisi
      - Manusia
   Manusia merupakan salah satu makhluk Tuhan yang ada di dunia, selain alam tumbuhan dan binatang. Makhluk tuhan memiliki berbagai sifat sebagai berikut :
                   I.            Alam memiliki sifat wujud
                II.            Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup.
             III.            Binatang memiliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
             IV.            Sedangkan manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu , dan yang istimewa adalah di berikan akal budi

Manusia memiliki kelebihan diantara ciptaan Tuhan lainnya yaitu terletak pada akal budi, yakni sebagai potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.Namun ada juga manusia manusia yang dungu yaitu orang orang yang suka membuat bid’ah. Bisa dikatakan manusia merupakan orang yang bodoh. Dan ada juga manusia yang memiliki tabiat kasar, memiliki kecenderungan yang menyimpang, dan dingin dengan tingkah laku.
Manusia yang tidak bisa memanfaatkan akal budinya untuk kebaikan tidak bisa diajak bicara dari hati ke hati dan tidak mempunyai nilai keutamaan , tidak mempunyai tujuan tujuan yang jauh ke depan ,  selalu memperturutkan keinginan nafsunya, dan tunduk pada kesenangannya saja.
Tidak semua manusia di dunia ini orang yang jenius dan cerdik meniti perjalanan hidup mereka dengan penuh kegigihan, karena mereka sadar akan kekurangan yang ada pada mereka.
Manusia telah diberikan kehidupan oleh Tuhan yang merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kemudian tinggal seorang manusia bagaimana menjalani kehidupannya. Manusia tidak mempunyai kuasa atas datangnya hal hal yang tidak diinginkan, tapi manusia lah yang berkuasa untuk menghadapinya.
Sebenarnya manusia memliki kekuatan yang hebat dibandingkan makhluk ciptaan tuhan lainnya, dengan perpaduan iman,usaha,dan kepasrahan yang kuat. Manusia dapat menggerakan gunung sekalipun.
Manusia merupan makhluk social yang tidak pernah lepas dari ketergantungan pada makhluk dan situasi di sekitarnya, namun manusia yang memiliki sifat sombong sebenarnya dia telah mati karena dia sering menganggap semua hal yang disekelilingnya ini merupakan hal yang tidak ia hiraukan.
Padahal manusia memiliki banyak sekali ragam dan banyak sekali sifat dan kepribadian. Namun seua itu bias berjalan dengan baik di muka bumi ini karena manusia memiliki akal yang mereka gunakan untuk bertahan hidup. Manusia purba contohnya, cara mereka untuk bertahan hidup berbeda sekali dengan manusia modern saat ini, manusia purba cenderung memikirkan bagaimana hari ini kita bisa mendapatkan makan untuk beberapa hari ke depan dan  bertahan dari kerasnya alam yang buas. Namun manusia modern saat ini lebih berpikir secara materi bagaimana bias menguasai bumi dengan satu genggaman tangan. Itu karena setiap peradaban manusia memiliki kemajuan akal yang luar biasa. Yang bias membuat dunia berubah menjadi wujud yang berbeda dengan waktu lampau. Dengan akal manusia ,dunia yan tadinya gelap pada malam hari kini menjadi indah dan terang dengan pancaran sinar lampu yang cantik dan indah.
Selain akal manusia juga mempunyai hubungan emosional dengan manuisa lainnya, ini yang menyebabkan sering terjadinya pertumpahan darah di bumi ini, padahal sang Pencipta mengajarkan untuk menjungjung kedamaian. Tapi apa manusia tidak henti hentinya untuk berperang, ada saja masalah yang diributkan dan di perebutkan, padahal manusia hidup di dunia ini hanya sementara atau hanya sebagai perlintasan ruh saja. Manusia merupakan makhluk yang mengerikan dengan akal dan emosional mereka.
Kehidupan manusia akan terus berkembang setiap jaman , karena manussia memiliki sifat perkembang biak , akan ada penerus dari generasi manusia yang telah meningalkan dunia. Manusia itu makhluk yang kuat tapi lemah. Iya..! mereka memiliki akal yang luar biasa tapi seringkali salah dalam menggunakannya.



- Putus asa dan Kesedihan
      Jika menganggap sesuatu yang kurang itu hina, maka anda menghina ciptaan-Nya. Nilai manusia sebenarnya adalah bakat bakat yang terpuruk dan dan sifat sifat yang mulia.Kebahagian tidak terdapat dalam kekayaan yang melimpah ruah. Kebahagian tidak pula di istana yang demikian megah. Tidak juga pada emas dan harta. Namun kebahagiaan itu ada di dalam hati dengan keikhlasan yang menangkis semua kesedihan dan putus asa.
      Kematian pasti akan datang kepada setiap orang. Entah dia berbahagia atau tidak, yang kuat atau pun yang lemah. Maka dari itu percumalah untuk beputus asa dan menyerah. Keputusasaan adalah kondisi dimana tidak ditemukannya lagi keimanan terhadap keyakinan diri bahwa dia masih mampu untuk merubah semua yang telah terjadi dengan jalan yang diyunjukkan dan diberi arah oleh yang maha kuasa.
      Sedangkan kesedihan memiliki arti yang lebih sakit dari kekecewaan dimana seseorang meresa tidak ada manfaatnya dan merasa terbunuh oleh tindakan yang menyakiti hatinya. Seekor unta berjalan dengan empat kaki, itulah yang diibaratkan, kesedihan dan keputusasaan sama seperti saat unta berjalan. Ketika dia mulai haus unta akan berhenti untuk minum sejenak, saama dengan kesedihan, dia harus memulihkan terlebih dahulu kesedihannya dengan menyenangkan hati bagaimanapun caranya.



C.Hubungan antara Kesedihan Manusia serta Putus asa
      Orang yang terbiasa menempatkan dirinya dalam kesedihan akan tetap berada dalam kesedihan, walaupun sedang tidur di atas butiran salju. Masing masing diantara mereka menginginkan bisa mendapatkan ketenangan dan mencapai apa yang diinginkan. Banyak orang yang kehilangan makna kehidupan di dunia, mereka menyangka bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik dan telah mendapatkan kebahagian, padahal mereka gagal mendapatkan apa yang terbaik untuk dirinya untuk mengobati kesedihannya. Bertolak belakang dengan keindahan, kesedihan merupakan suatu ungkapan emosi yang ditandai dengan perasaan kehilangan dan perasaan ketidak berdayaan. Banyak factor yang mempengaruhi adanya kesedihan, misalnya saja seorang anak yang dimarahi oleh orang tuanyakarena berbuat nakal, atau karena ditinggal oleh pasangannya. Menurut saya kesedihan itu timbul karena ketidak siapan kita untuk menerima sesuatu diluar dugaan, atau bias juga karena ketidak mampuan mengontrol emosi.

Manusia dan kesedihan memiliki keterkaitan yang erat, bahkan  hal itu terjadi karena kehidupan manusia itu bagai roda yang diputar, terkadang kita berada diatas dan kadang juga kita berada dibawah, semua kembali pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Manusia merasakan kesedihan itu wajar, karena dalam kehidupan ini tidak ada yang sempurna, bahkan Allah SWT menguji keimanan kita dengan memberi cobaan, cobaan ini tidak hanya kesedihan tapi juga kesenangan, semua kembali lagi pada cara kita menyikapinya.



D.Kesimpulan
        Satu hal yang perlu kita ingat bahwa kita jangan sampai berlarut-larut dalam kesedihan, karena hanya akan merugikan diri kita sendiri, bila mnegalami kesedihan segeralah bangkit dan introspeksi diri, tapi perlu diingat juga bahwa intropeksi yang dimaksud diperuntukan untuk memperbaikinya bukan untuk terus disesali.

Jika kita melihat ada seseorang yang mengalami kesedihan, maka kewajiban kita untuk menghiburnya. Jangan sampai kita bersenang-senang diatas penderitaanorang lain, karena hal ini merupakan tindakan yang tidak terpuji.
Untuk mengatasi kesedihan, kita harus terus berdoa pada yang maha kuasa untuk diberi kekuatan agar kita tidak menjadi orang yang berputus asa, jangan lupa kita harus introspeksi diri, jangan hanya menyalahkan orang lain, dan juga kita harus berusaha untuk memperbaikinya.

 bahwa manusia dan kesedihan tidak bisa dipisahkan, yang bias kita lakukan hanya berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang pada akhirnya akan kita sesali dan menimbulkan kesedihan dalam diri kita, dan jika hal itu terjadi janganlah kita berputus asa.


Sekian yang dapat saya tulis, untuk partisipasi dan memperbaiki penulisan ini saya mengharapkan adanya komentar dan saran terhadap tulisan saya.

1 komentar: